Vonis Tidak Terbantahkan.

Sidang Mencekam.
Tanjungpinang, February 2019.
Setiap sidang kasus pembunuhan yang di lakukan oleh Nasrun kerap terjadi caci maki dan hamon dari keluarga korban terhadap Nasrun,baik itu mau memasuki ruang sidang maupun keluar ruang sidang.
Tapinpihak keamanan dan petugas dari kejaksaan hanya mendiam meliahat dan mendengat caci maki dari keluarga, yang di jaga hanya lah menghindar dari serangan fisik.
Menurut keterangan dari pihak korban,bahwa selama mengikuti persidangan di pengadilan negeri Tanjungpinang tidak ada pihak keluarga Nasrun mendatangi keluarga korban.
Dari situlah mulainya kekecewaan dari pihak korban ungkap salah seorang adik korban.
Harapan keluarga korban agar si pembunuh bisa di hukum seumur hidup,,namun kehendak hakim berkata lain.
Dalam putusan amar vonis bagi pembunuh Supartini,bahwa Nasrun hanya di beri vonis 15 tahun penjara oleh majelis hakim pada tanggal 27 February 2019.
Mendengar putusan hakim tersebut, pihak korban histeris berteriak ini hukum tidak adil bagi kami.
Suasana ruang sidang sangat mencekam kesedihan mendengar putusan hakim tersebut, puhak keamanan dari kepolisian pun hanya berdiam merasakan kesediahan pihak keluarga.
Suasana pembacaan putusan vonis untuk Nasrun memang fenomenal serta di penuhi oleh puhak keluarga dan awak media yang meliput kegiatan vonis tersebut.
Hakim yang memutuskan perkara pembunuhan pun agak terharu dan termenung melihat suasana ruang sidang yang memiliki hawa menyedihkan.
Usai vonis tersebut,Nasrun pun di apit oleh petugas kepolisian dan kejaksaan memasuki mobil tahanan, dan caci maki hamon pon keluar dari mulut pihak keluarga.
Atas vonis tersebut,jaksa penuntut dan peguam dari Nasrun hanya menerima atas vonis tersebut.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Top